Bismillahirrahmanirrahim
Berjumpa kembali di blog yang sederhana ini... Apa kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu yaa 😊
Oh yaa kali ini saya membahas lanjutan dari siklus akuntansi, yang sebelumnya pernah saya bahas secara umum di sini 👉 Siklus Akuntansi
Oke langsung saja tanpa lama-lama langsung scroll ke bawah yaa... Selamat membaca
Memproses Buku Besar
1. Posting dari Jurnal Umum ke Buku Besar
Buku Besar adalah kumpulan akun yang disusun sedemikian rupa sehingga ketika diperlukan akan mudah ditemukan. Pengelolaan Buku besar merupakan proses lanjutan dari siklus akuntansi setelah kegiatan membuat jurnal yang sudah saya tuliskan dalam blog sembelumnya, link 👉 Contoh Soal transaksi perusahaan jasa
Persiapan yang diperlukan adalah:
- Alat tulis dan alat hitung, seperti ketika Anda memperisiapkan jurnal.
- Jurnal umum dan jurnal khusus beserta rekapitulasi jurnal.
- Buku besar yang diperlukan untuk melalukan posting dari jurnal.
- Bukti-bukti transaksi bila diperlukan
2. Bentuk Buku Besar
Bentuk Buku Besar bergantung pada kebutuhan tiap-tiap perusahaan. Bentuk yang biasa dipergunakan oleh perusahaan adalah sebagai berikut
- Bentuk T (sederhana)
Berikut ini adalah penggambaran akun bentuk T.
- Bentuk Skontro (regular ledger)
Pada dasarnya, buku besar bentuk skontro sama dengan bentuk T (sederhana). Perbedaanya terletak pada kolom tanggal, keterangan, reference, dan kolom jumlah, baik dibagian debit maupun kredit.
- Bentuk Saldo tunggal (single balance ledger)
- Bentuk saldo rangkap (double balance ledger)
3. Menyusun Neraca Saldo
Neraca saldo (Trial Balance) adalah daftar yang membuat seluruh saldo dari akun-akun yang terdapat dalam Buku Besar. Tujuan penyusunan neraca saldo adalah untuk menguji apakah semua transaksi telah dipindahkan dengan benar ke Buku Besar dan telah mencerminkan nilai transaksi yang sebenarnya.
Jika Buku Besar yang digunakan berbentuk skontro, saldo akun-akun dapat ditentukan dengan cara menjumlahkan sisi debit dan sisi kredit. Jika jumlah sisi debit lebih besar dari pada jumlah sisi kredit, selisih tersebut dicatat disisi debit pada neraca saldo. Sebaliknya, jika jumlah sisi kredit lebih besar dibandingkan jumlah sisi debit, selisihnya dicatat di sisi kredit.
Cukup sekian, semoga apa yang saya tuliskan disini bisa bermanfaat...
Sampai jumpa di blog selanjutnya 😊 Semoga harimu menyenangkan
See you on the next blog 😊 Have a nice day
wir sehen uns auf dem naechsten Blog 😊 ich wuensche Ihnen einen schoenen Tag
Jangan lupa follow, comment and share... Terima Kasih

Comments
Post a Comment